20 September 2017

Harga Sebuah Kejujuran


Dalam kehidupan ini kita akan selalu dihadapkan pada kedua pilihan, entah pilihan positif ataupun negatif. Terlebih lagi dalam hal bicara kejujuran yg senantiasa selalu ada di kehidupan ini. Ada dari mereka yang mengamalkan dalam kehidupannya sehari-hari, namun ada juga yang tidak menerapkannya di kehidupan nyata.

Bagi sebagian lain mereka menganggap hal itu kuno, norak, tidak modern namun untuk sebagian lainnya menganggap hal itu sangatlah mulia dan bahkan mengangkat derajatnya.

Kejujuran memiliki makna yg luas namun pada hakikatnya akan membawa ketenangan, kenyamanan, keterbukaan, kebaikan, kepastian, kebenaran dan lain sebagainya.

Kejujuran tidak akan pernah takut dengan segala bentuk intimidasi, pengucilan, penelantaran dan bahkan hingga nyawapun yg menjadi taruhan dalam mempertahankannya.

Kejujuran seyogyanya bisa dilakukan oleh siapa saja dan tidak mengenal batasan umur & status sosialnya. Namun dalam pelaksanaannya akan dihadapkan pada situasi kondisi yg sulit & rumit serta membutuhkan ketegasan dalam bersikap.

Kejujuran dapat dibangun pada diri setiap insan guna sebagai bentuk cerminan diri dalam rangka menghadirkan sebuah cara guna menuntaskan dan meredam dari segala bentuk kemunafikan yang pada akhirnya semua akan bermuara pada kebaikan yg hakiki.

03 Juli 2017

JAKARTA FAIR 2017

Mengisi waktu liburan di masa libur lebaran biasanya banyak orang yang berkunjung ke tempat wisata atau mudik ke kampung halaman. Namun ada juga tempat alternatif yang bisa dikunjungi selain kedua tempat tersebut, salah satunya mengunjungi pameran seperti halnya Jakarta Fair 2017 yang berlokasi di JiExpo Kemayoran, Jakarta. Berikut jepretan foto yang sempat saya ambil saat mengunjungi lokasi tersebut :


24 Mei 2017

Merubah Kesalahan Penulisan Ejaan Nama pada Akte Kelahiran

Buat yang belum tahu gimana cara merubah kesalahan penulisan ejaan nama pada Akte Kelahiran untuk Propinsi DKI Jakarta, silahkan bisa disimak langkah-langkahnya di blog ini. 
  1. Untuk Akte Kelahiran yang telah berjalan kurang dari 5 tahun maka pengurusannya dapat dilakukan di suku dinas kependudukan (SUDIN) berdasarkan wilayah, namun untuk yang lebih dari 5 tahun maka pengurusannya dapat dilakukan di Dinas Kependudukan & Pencatatan Sipil DKI Jakarta (Dukcapil Propinsi DKI Jakarta).  
  2. Bilamana terjadi kesalahan penulisan ejaan nama anak maka prosesnya terlebih dahulu melalui pengadilan guna dibuat ketetapannya, setelah itu baru kita dapat memprosesnya sesuai dengan ketentuan nomor 1.
  3. Bilamana terjadi kesalahan penulisan ejaan nama ayah maka prosesnya mengikuti ketentuan nomor 1.
Pada blog ini saya coba paparkan yang nomor 3 saja, kebetulan ini pengalaman saya pribadi dimana saya baru mengurus kekeliruan pengetikan akta setelah 14 tahun, melalui Sudin Jakarta Timur saya mendapat info untuk pengurusannya diharuskan ke Dukcapil DKI Jakarta. Adapun berkas-berkas yang harus disiapkan untuk pengurusannya adalah sebagai berikut :

  1. Fotocopy Ijasah Anak & Orang Tua.
  2. Akta Kelahiran Asli.
  3. Fotokopi Surat Nikah/Akta Nikah Orang Tua (Fotocopy Lengkap dari halaman 1 hingga halaman terakhir).
  4. Fotokopi KTP Orang Tua yang bersangkutan.
  5. Fotokopi Kartu Keluarga.
  6. Dokumen Pendukung lainnya antara lain Fotokopi Akte Kelahiran Orang Tua, Surat Keterangan Kelahiran dari RS.
  7. Jika pengurus bukan Ayah/Ibu yang bersangkutan ditambah dengan Surat Kuasa (Materai 6000) dan Fotokopi KTP Penerima Kuasa.
  8. Pasfoto 4x6 4 lembar
Saya menyarankan sebaiknya anda membawa juga dokumen asli yang berguna untuk diperlihatkan kepada petugas Dukcapil bilamana nantinya ditanyakan. Adapun Alamat Dukcapil Propinsi DKI Jakarta :
Jl. S. Parman No. 7, Grogol Jakarta Barat
Patokannya :
- Dekat Kampus Trisakti Grogol disamping Kejaksaan Jakarta Barat.

Sesampainya disana anda diharuskan mengisi blanko permohonan jasa pelayanan catatan sipil dan membuat surat pernyataan yang bermaterai,  setelah itu anda akan di cek kelengkapan administrasi dan dokumen yang dibawa guna diproses lebih lanjut. Adapun waktu pembuatan dokumen memakan waktu 14 hari kerja dan tidak dikenakan biaya apapun.

Semoga bermanfaat


05 April 2017

Nostalgia Layar Tancap

Gara-gara guyonan semalam dengan keluarga di rumah saat menjelang tidur nostalgia cerita layar tancap. Buat yang pernah ngalamin khususnya generasi 80 & 90 pasti sudah tahu tentang hal ini, dimana Layar Tancap akan mudah ditemui pada acara orang yang sedang melaksanakan hajatan.

Adapun peralatan yang dibutuhkan untuk menggelar ini biasanya berupa :
1. kain putih ukuran 3x5 meter atau lebih yang akan digunakan sebagai layar.
2. Dua buah bambu atau kadang besi guna membentangkan layar tersebut agar dapat tegak berdiri. 
3.Projector yang akan menyorot ke layar.
4.Kepingan aneka ragam film yang akan diputar.

Uniknya acara ini selalu dilaksanakan pada malam hari, biasanya habis ba'da Shalat Isya hingga jam 3.00 malam yang berlokasi di Lapangan yang luas guna menarik banyak penonton, maklum pada saat itu Siaran TV hanya ada TVRI & Stasiun Swasta RCTI, namun saat itu RCTI masih belum membebaskan siarannya kepada masyarakat hanya terbatas kepada pengguna Decoder saja dengan memberlakukan iuran setiap bulannya. Tentunya Layar Tancap menjadi sebuah tontonan yang memiliki daya tarik lebih kepada masyarakat yang haus akan sebuah hiburan gratis.

Yang bikin saya menggelitik asal menjumpai moment ini adalah para penonton yang selalu membawa bantal, guling, Sarung/selimut dan tikar/koran, pernah saya tanya sama kawan saya sebut saja namanya Beler. 
Saya  tanya " Beler loe ngapain bawa bantal sama guling ?" 
dia jawab "Gw bawa ini, buat nonton layar tancap sambil tidur-tiduran biar tambah resep nontonnya" wkwkwkwkwk........... kocak banget dengernya.

Kadang acara ini bisa terganggu pelaksanaan-nya manakala tiba-tiba hujan turun atau terkadang ada sekelompok orang yang berkelahi. Walaupun demikian masih ada di beberapa tempat baik di tangerang maupun parung bogor masih mengadakan hal seperti ini. 

Pada saat saya tinggal di daerah Pamulang justru Layar Tancap ini diadakan oleh para tukang ojek di jalan masuk blok komplek perumahan, entah kenapa mereka mengadakan hal ini padahal penontonnya lebih banyak tukang ojek kisaran 5-10 orang saja dibanding penduduk sekitar.  

Begitulah fenomena layar tancap yang semakin kesini semakin tergerus dengan perubahan jaman yang sudah mengglobalisasi, mungkin antara tradisi yang sulit dilepaskan dan juga faktor hiburan yang masih dibutuhkan. Kendatipun saat ini jumlah penontonnya sudah tidak sebanyak seperti pada era 80 maupun 90an, Namun tetap masih ada para penikmat hiburan yang masih setia dan menikmati hiburan tersebut.   
    



15 Maret 2017

Belajar membuat website untuk Anak-anak

Menarik bila kita melihat sebuah pict dibawah ini, dimana adanya beberapa buku yang dijual untuk memudahkan anak-anak untuk belajar pemrograman berbasis Web, padahal sebagaimana kita ketahui materi seperti ini umumnya ada di tingkatan level Mahasiswa yang mengambil jurusan Teknologi Informasi. Jaman saya mengikuti perkuliahan masih belum mendapatkan materi ini, walaupun sebenarnya materi ini dapat dipelajari di luar kampus tentunya dengan membaca refensi buku-buku yang tepat, namun setelah beberapa tahun kemudian barulah pemrograman berbasis web dimasukkan dalam kurikulum perguruan tinggi. 




Sebagaimana kita ketahui bahwa tampilan website yang ada selama ini dibuat melalui teknik pemrograman berbasis web seperti HTML,CSS,Javascript,Jquery dan lainnya yang pada prakteknya membuat syntact program yang mengurai source program sehingga pada akhirnya hasil eksekusinya dapat tertampil di layar monitor pc maupun laptop dalam bentuk teks, grafik, gambar, suara, video dan lain sebagainya.

Dibawah ini contoh penulisan program berbasis web menggunakan HTML & CSS guna menampilkan warna pada teks untuk tingkat dasar



Adapun hasil setelah dijalankan di browser akan seperti ini :

Idealnya pemberian materi pembelajaran sejak dini dapat dimulai pada saat anak-anak berusia 8 s/d 10 tahun hal ini sangat memungkinkan dengan pemberian materi yang sesuai porsi berdasarkan usia, sehingga dapat menumbuh kembangkan kemampuan mereka dalam berkreasi untuk membuat website. Namun tentunya sebelum mempelajari hal ini anak-anak harus familiar terlebih dahulu dengan :
  1. Bisa menggunakan browser internet.
  2. Mampu menggunakan mouse maupun keyboard.
  3. Kemampuan membaca, menulis maupun mengetik yang baik.
  4. Dapat melakukan operasi yang biasa dilakukan baik copy, cut maupun paste.

Harapannya tentu pada akhirnya anak-anak akan dapat membuat website yang memiliki content yang positif dan bukan hal yang mustahil nantinya web yang dihasilkan dapat menyegarkan dari sisi Desain & kreatifitas.