Tenis Flexi Tenis Indoor Tenis Gravel
         

Bangunan dan wilayah yang menjadi satu kesatuan fasilitas olahraga dalam menghadapi Asian Games tahun 1964 ini sangat besar andilnya dalam dunia olahraga khususnya olahraga Tenis Lapangan, dari Stadion Tenis inilah lahir Juara-juara Nasional kebanggaan bangsa Indonesia, mereka dididik, digodok dan digembleng dengan teori dan fisik sehingga mampu berbicara hingga tingkat dunia. Stadion Tenis dalam perkembangannya telah mengalami penambahan fasilitas dan perubahan lapangan untuk mengikuti perkembangan kemajuan teknologi pertenisan baik teknis maupun fasilitasnya sehingga saat ini Stadion Tenis Gelora Bung Karno sering kali digunakan untuk event-event tingkat dunia.

 
Fasilitas yang dikelola oleh Unit IV/Stadion Tenis adalah sebagai berikut :
1
Stadion Tenis Outdoor, Sebuah bangunan terbuka dengan luas arena 45 m x 45 m untuk 2 buah lapangan tenis jenis Flexi, dilengkapi tribun untuk 5.000 penonton dan lampu berstandar Internasional untuk kegiatan malam hari. Selain untuk Tenis, Stadion ini dapat dipakai untuk kegiatan non olahraga.

 

 
2
Stadion Tenis Indoor yaitu bangunan tertutup dengan fasilitas AC sentral dan lampu penerangan 63.000 watt, selain dipakai Tenis, bangunan ini dapat dipakai segala macam kegiatan baik olahraga maupun non olahraga, baik komersil maupun non komersil. Luas arena 30 m x 30 m dan tribun penonton untuk 3.300 orang.

 

 
3
Lapangan Tenis Rebound Ace yaitu lapangan terbuka dimana pada saat ada pertandingan tenis lapangan ini dipakai untuk kegiatan pemanasan para atlit yang akan bertanding, pada hari-hari biasa lapangan ini disewakan untuk umum, adapun lapangan ini memakai bahan Rebound Ace sebanyak 6 buah lapangan.

 

 
4
Lapangan Tenis Gravel yaitu lapangan dengan bahan gravel yang sangat cocok untuk pembinaan prestasi pemain tenis, jumlah lapangan ada 12 buah dengan Standar Internasional dan dapat dipakai siang maupun malam hari.

 

 
5
Stadion Madya, adalah Stadion Atletik yang terletak disebelah Utara Stadion Tenis. Pada masa Asian Games ke IV tahun 1962, lapangan ini diperuntukkan untuk latihan Atletik dan Sepakbola peserta Asian Games IV tahun 1962. Pada tahun 1987, lapangan ini mengalami peremajaan menjadi Stadion Khusus Atletik bernama Stadion Madya yang mempunyai 2 buah tribun dengan kapasitas 18.000 penonton dan alas lintasan dari bahan sintetis dengan standar IAAF, begitu juga dengan sarana penunjang seperti lampu penerangan, lapangan pemanasan, ruang beban, ruang ganti semuanya berstandar Internasional.
 
 
   
 
kembali ke menu sebelumnya